Kebiasaan menghisap jari bisa terjadi pada
siapa saja. Biasanya terjadi pada bayi hingga anak-anak. Apabila yang memiliki
kebiasaan tersebut adalah bayi, sepertinya tidak begitu menjadi masalah karena
kebiasaan bayi memang selalu menyusu pada ibunya. Sehingga ketika sedang tidak
menyusu, bayi menghisap jempolnya sebagai pengganti puting susu ibunya.
Akan tetapi, bisa jadi sebuah masalah apabila
yang sering menghisap jari tersebut adalah anak-anak. Karena pada masa itulah
mereka mengeksplor lingkungannya karena rasa ingin tahunya yang besar. Mereka sering
bermain di luar rumah, kebun, sungai, dan yang lainnya. Dengan bermain di luar
rumah, mereka menyentuh apa saja yang dianggapnya menarik. Nah.. apabila kuman
yang menempel pada jarinya masuk ke dalam tubuh, bisa jadi akan membuatnya
sakit atau terinfeksi.
Kebiasaan menghisap jari juga bisa terjadi
saat anak-anak sedang tegang, bosan, lelah, atau marah. Menghisap jari menjadi
sebuah ungkapan emosional mereka. Atau.. menghisap jari bisa juga dilakukan bersamaan dengan aktivitas
lain, seperti saat menonton televisi, memainkan rambut, memegang telinga, dan
sebagainya.
Adakah Bahaya Kebiasaan Menghisap Jari Pada Anak?
Ternyata ada beberapa bahaya yang ditimbulkan
akibat kebiasaan menghisap jari pada anak, terutama dalam hal kesehatan. Berikut
ini beberapa bahaya yang ditimbulkan akibat kebiasaan menghisap jari pada anak.
Check it!
- Gangguan pertumbuhan gigi, misalnya di usia yang seharusnya bayi yang sudah tumbuh satu atau dua gigi, tetapi nyatanya belum tumbuh sama sekali.
- Ketidaknormalan bentuk rahang. Biasanya ditemukan ketidaksimetrisan rahang atau bentuk rahang tidak normal, seperti terlalu kecil, terlalu melengkung, dan yang lainnya.
- Gangguan pencernaan. Bisa jadi akibat kuman atau bakteri pada jari yang masuk ke dalam tubuh.
- Tumbuhnya jamur pada kuku. Kebiasaan menghisap jari membuat kuku menjadi basah dan lembab, sehingga jamur akan tumbuh dengan mudah dan cepat. Kemungkinan juga jamur kulit yang tumbuh di kuku akan masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.
Sebagai orang tua atau orang dewasa, Anda
harus senantiasa mengawasi aktivitas anak Anda. Upaya terbaik agar bahaya
tersebut tidak terjadi pada anak Anda yaitu dengan melakukan pencegahan.
Jelaskan kepada anak Anda bahwa kebiasaan menghisap jari adalah kebiasaan buruk
yang bisa membahayakan kesehatannya.
Cara Mengatasi Kebiasaan Buruk Menghisap Jari
Untuk menjelaskan kepada anak Anda bahwa
kebiasaan menghisap jari adalah kebiasaan yang buruk, Anda harus memiliki
keberanian dan cara yang tepat untuk melakukannya. Cara yang tepat untuk
membantu Anda menjelaskan kepada anak Anda bahwa kebiasaan menghisap jari
merupakan kebiasaan yang buruk yaitu dengan melakukan terapi gelombang otak. Terapi
gelombang otak yang terbukti ampuh yang bisa membantu Anda menghilangkan
kebiasaan menghisap jari pada anak Anda yaitu Brainwave Eliminate Finger Sucking Therapy.
Apa itu Brainwave
Eliminate Finger Sucking Therapy? Brainwave Eliminate Finger Sucking Therapy merupakan terapi yang diciptakan oleh para
ahli dari Asosiasi Parapsikoterapi Indonesia (API) yang telah terbukti secara
medis dan ilmiah mempu menghilangkan kebiasaan menghisap jari pada anak Anda.
Terapi ini diproduksi dalam bentuk audio MP3 dan CD agar Anda mudah untuk mendapatkan
dan menggunakannya.
Untuk menggunakannya, cukup dengarkan CD
terapi ini kepada anak Anda dengan posisi berbaring atau duduk santai. Dampingi
dia, berikan perhatian dan kasih sayang yang besar. Biarkan anak Anda menikmati
alunan musiknya sampai dia benar-benar merasa sangat rileks dan nyaman. Brainwave Eliminate Finger Sucking Therapy akan
memberikan stimulasi positif kepada pikiran bawah sadar anak Anda dan
memprogramnya sesuai dengan apa yang Anda visualisasikan. Visualisasikan diri
anak Anda, yakinkan diri anak Anda bahwa ia mampu menghilangkan kebiasaan
menghisap jarinya itu.
Contoh visualisasi diri yang bisa Anda
berikan yaitu:
“Sayang..
Mama dan Papa sangat mencintaimu. Ketika kamu merasa lelah, bosan, atau cemas,
tarik napaslah dalam-dalam kemudian buang dengan perlahan. Saat itu juga lelah,
bosan, atau cemasmu akan hilang. Kamu tak akan menghisap jarimu karena kamu
tahu di jarimu banyak sekali kuman dan bakteri karena kamu adalah anak yang
pintar dan aktif. Kamu akan selalu menjadi anak yang bahagia tanpa sering
menghisap jarimu, Sayangku...”.
Terapi ini juga bisa dilakukan untuk orang
dewasa, termasuk Anda, apabila memiliki kebiasaan menghisap jari yang susah
dihilangkan. Lakukan visualisasi diri yang sesuai dengan apa yang Anda mau
untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lakukan
terapi ini secara rutin dan teratur setiap harinya. Visualisasikan diri Anda,
yakinkan diri Anda bahwa Anda atau anak Anda mampu menghilangkan kebiasaan
menghisap jari tersebut dengan mudah. Selamat dengan diri Anda yang baru..
Untuk info lebih lanjut, klik disini.

0 komentar:
Posting Komentar