Sabtu, 04 Maret 2017

Jangan Lupa Bahagia! – Lakukan Ini Agar Hidupmu Bahagia

Jangan lupa bahagia”, begitulah slogan yang lagi tren dan nge-hits di kalangan anak muda saat ini. Mereka mengikuti tren-tren agar mendapat label “kekinian” dan “hits” oleh orang lain. Slogan seperti itu (dan sebagainya) tak hanya sering kita dengar sehari-hari, tapi juga sering kita lihat di sosial media seperti instagram, facebook, twitter, dan yang lainnya. Ya maklumlah jika anak muda mengikuti tren seperti itu, karena sesuai dengan umurnya yang masih dalam tahap mencari jati diri. Tapi yang agak membuat risih ialah ketika orang tua pun melakukan hal tersebut. Mungkin karena masa mudanya dulu belum ada slogan seperti itu, atau kurang bahagia mungkin ya.. hihihi

Sudahlah tak usah permasalahkan siapa yang mengikuti tren “jangan lupa bahagia” tersebut, karena sebenarnya makna dari slogan itu juga bagus, mengingatkan semua orang agar selalu bahagia. Bahagia dengan mensyukuri semua yang diberikan oleh Tuhan, bahagia karena libur kerja atau sekolah, bahkan bahagia mendapat banyak tugas dari dosen.. waduuhh

Sebagai resiko kehidupan sosial di dunia ini, akan selalu ada permasalahan yang mengiringinya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kadang kala ketika manusia tak punya masalah, tapi mereka tak bisa bahagia. Mungkin karena ada harapannya yang belum tercapai, terlalu lelah dengan rutinitas sehari-hari, dan faktor-faktor yang lainnya.

Sebab-Sebab Manusia Tidak Bahagia
Kata “bahagia” memang mudah diucapkan, tapi kadang sulit untuk kita rasakan. Bahagia bisa dirasakan karena berbagai faktor, begitupun dengan tidak bahagia. Penyebab tidak bahagia bermacam-macam, bisa jadi dari lingkungan, kebiasaan, atau bahkan dari dalam diri manusianya sendiri. Berikut ini beberapa sebab manusia tidak bahagia.
  1. Mengeluh
  2. Sulit kompromi dengan kenyataan, artinya tidak bisa menerima kenyataan. Apalagi kalau yang didapat adalah harapan palsu. Hikss..
  3. Lupa “bermain”. Cobalah rehat sejenak dari rutinitas dengan melakukan hobi, menikmati waktu dengan sanak saudara, berkumpul bersama teman, dan yang lainnya.
  4. Berpikir negatif
  5. Memilih “jalan pintas” daripada perjuangan. Memang harapan Anda akan cepat terwujud, tapi ingat.. kebahagiaan hakiki tidak bisa diraih tanpa perjuangan.
  6. Impulsif, artinya memutuskan untuk bertindak secara cepat tanpa memikirkan faktor resiko.
  7. Selalu menyalahkan dan gemar mengkritik
  8. Iri hati
  9. Tidak mau menerima saran dan kritik, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain tentang dirinya.

Brainwave Happiness Therapy Mampu Membantu Mewujudkan Kebahagiaan Anda
Kalau Anda susah untuk bahagia, pasti Anda juga bingung untuk mencari solusi bahagia. Ada ngga sih, solusi agar bahagia? Ada.. mulailah menerima kenyataan hidup, lakukan semua hal secara matang, dan cobalah terapi. Terapi apa? .. Brainwave Happiness Therapy solusinya. Terapi yang terbukti ampuh yang mampu membantu Anda untuk mewujudkan kebahagiaan dalam diri Anda.


Musik Relaksasi Terapi Brainwave Happiness dibuat dengan menggunakan frekuensi gelombang otak yang sudah disesuaikan. Ketika Anda menggunakan dan mendengarkan terapi ini, maka Anda akan bisa merasakan kenyamanan dan kondisi yang sangat rileks yang belum tentu Anda dapatkan selama ini. Setelah Anda menggunakan terapi ini secara rutin, Anda akan mendapatkan kebahagiaan yang selama ini Anda idamkan.

Terapi Gelombang Otak Musik Relaksasi Brainwave Happiness diproduksi dalam bentuk audio dan dicetak dalam bentuk CD, yang bisa Anda dengarkan menggunakan earphone, headphone, atau speaker, dengan tujuan agar Anda mudah untuk mendapatkan dan menggunakannya. Stimulasi gelombang otak dan visualisasi diri yang Anda lakukan saat menggunakan terapi ini akan membantu Anda untuk memasuki pikiran bawah sadar Anda dan memprogram otak Anda untuk meningkatkan kualitas hidup Anda, menumbuhkan rasa bahagia dalam diri Anda.

Lakukan terapi ini dengan rutin, dan yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu menjadi pribadi yang bahagia. Selamat mencoba, dan.. jangan lupa bahagia!

Untuk info lebih lanjut, klik disini.

0 komentar:

Posting Komentar