Sabtu, 04 Maret 2017

Cara Jitu Mengatasi Homoseksualitas dalam Diri

Manusia semakin hari semakin tua, begitu pun dengan bumi, yang semakin hari semakin rusak. Baik itu dari alamnya, atau pun manusianya itu sendiri. “Kerusakan” manusia bisa ditandai dengan degradasi moral, hilangnya rasa malu, dan yang lainnya, sampai pada tahap suka sesama jenis.

Untuk menyebut “suka sesama jenis”, orang menggunakan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, & Transgender). Suka sesama jenis yang memiliki definisi sama dengan istilah gay, lesbian, atau homoseksual yaitu  istilah untuk orang yang tertarik secara personal, emosional, seksual, atau paduan ketiganya, kepada orang berjenis kelamin sama dengannya. Jika orang tersebut laki-laki, maka umumnya dikenal dengan istilah ‘gay’, sementara jika perempuan disebut ‘lesbian’.

Homoseksualitas sudah terjadi sepanjang sejarah umat manusia, dengan pro dan kontra yang mengiringinya. Ada yang menentang karena menganggap hal ini aneh dan menjijikkan. Tapi bagi kaum homoseksualitas sendiri menganggapnya sebuah kewajaran, karena beralasan didasari dengan rasa cinta.

Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, artinya wanita dan pria diciptakan untuk saling berpasangan. Itulah kodrat manusia di dunia ini. Jadi jika saling berpasangan dengan sesama jenis (pria dengan pria atau wanita dengan wanita) berarti menyalahi kodrat yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Kalau kaum homoseksual tidak menerima kodrat tersebut, bagaimana mungkin dia mengakui adanya Tuhan? Wiihh ribet ya..

Apa Sih yang Menjadi Faktor Homoseksualitas?
Semua hal yang terjadi pasti ada faktor yang mendasarinya, begitu pun dengan homoseksualitas. Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyimpangan seksual ini diantaranya adalah akibat dari :
  1. Faktor herediter berupa ketidakseimbangan hormon-hormon seks dalam tubuh.
  2. Pengaruh lingkungan yang tidak baik atau tidak menguntungkan bagi perkembangan kematangan seksual yang normal.
  3. Seseorang selalu mencari kepuasan relasi homoseks, karena ia pernah menghayati pengalaman homoseksual yang menggairahkan pada masa remaja.
  4. Seorang anak laki-laki pernah mengalami pengalaman traumatis dengan ibunya, sehingga timbul kebencian atau antipati terhadap ibunya dan semua wanita. Lalu muncul dorongan seks homoseksual yang menetap.

Mengatasi Homoseksualitas dengan Brainwave Homoseksual Therapy
Banyak pelaku homoseksual yang merasa jika diri mereka tidak sesuai dengan aturan yang normal dalam kehidupan masyarakat, sehingga merasa bahwa hal ini harus segera dihentikan. Sstt.. apakah Anda juga merasakan hal yang sama? “Merasa” homoseksual? Lalu, bagaimana solusi agar Anda bisa terlepas dari homoseksual tersebut? Solusi yang bisa membantu Anda agar terlepas dari perilaku homoseksual yaitu dengan melakukan terapi, Brainwave Homoseksual Therapy.

Musik Relaksasi Otak Brainwave Homoseksual Therapy merupakan sebuah terapi modern yang dirancang khusus oleh para ahli untuk mengatasi gangguan homoseksual dan menjadikan hidup lebih baik dan lebih normal. Terapi ini diproduksi dalam bentuk audio dan dicetak dalam bentuk CD Terapi sehingga memudahkan Anda untuk mendapatkan dan menggunakannya.

Brainwave Homoseksual Therapy bekerja dengan menggunakan media brainwave yang dipadukan dengan visualisasi diri. Stimulus positif dari brainwave atau gelombang otak akan memberikan efek menangkan, memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam diri Anda serta memudahkan Anda memasuki pikiran bawah sadar Anda untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan gangguan homoseksual dalam diri Anda. Sementara visualisasi yang Anda lakukan saat menggunakan terapi ini akan menamkan kebiasaan positif dalam diri Anda, menjadikan Anda pribadi yang lebih baik yang memiliki aktivitas dan kehidupan seksual yang normal.

Selamat mencoba, dan Anda akan merasakan perubahan dalam diri Anda!!

Untuk info lebih lanjut, klik disini.

0 komentar:

Posting Komentar