Manusia semakin hari semakin tua, begitu pun
dengan bumi, yang semakin hari semakin rusak. Baik itu dari alamnya, atau pun
manusianya itu sendiri. “Kerusakan” manusia bisa ditandai dengan degradasi
moral, hilangnya rasa malu, dan yang lainnya, sampai pada tahap suka sesama
jenis.
Untuk menyebut “suka sesama jenis”, orang
menggunakan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual,
& Transgender). Suka sesama jenis
yang memiliki definisi sama dengan istilah gay,
lesbian, atau homoseksual yaitu istilah
untuk orang yang tertarik secara personal, emosional, seksual, atau paduan
ketiganya, kepada orang berjenis kelamin sama dengannya. Jika orang tersebut
laki-laki, maka umumnya dikenal dengan istilah ‘gay’, sementara jika perempuan disebut ‘lesbian’.
Homoseksualitas sudah
terjadi sepanjang sejarah umat manusia, dengan pro dan kontra yang
mengiringinya. Ada yang menentang karena menganggap hal ini aneh dan menjijikkan. Tapi bagi kaum
homoseksualitas sendiri menganggapnya sebuah kewajaran, karena beralasan
didasari dengan rasa cinta.
Tuhan menciptakan manusia
berpasang-pasangan, artinya wanita dan pria diciptakan untuk saling
berpasangan. Itulah kodrat manusia di dunia ini. Jadi jika saling berpasangan
dengan sesama jenis (pria dengan pria atau wanita dengan wanita) berarti
menyalahi kodrat yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Kalau kaum homoseksual tidak
menerima kodrat tersebut, bagaimana mungkin dia mengakui adanya Tuhan? Wiihh ribet ya..
Apa Sih yang
Menjadi Faktor Homoseksualitas?
Semua hal yang terjadi pasti ada faktor yang
mendasarinya, begitu pun dengan homoseksualitas. Beberapa faktor yang
menyebabkan seseorang mengalami penyimpangan seksual ini diantaranya adalah
akibat dari :
- Faktor herediter berupa ketidakseimbangan hormon-hormon seks dalam tubuh.
- Pengaruh lingkungan yang tidak baik atau tidak menguntungkan bagi perkembangan kematangan seksual yang normal.
- Seseorang selalu mencari kepuasan relasi homoseks, karena ia pernah menghayati pengalaman homoseksual yang menggairahkan pada masa remaja.
- Seorang anak laki-laki pernah mengalami pengalaman traumatis dengan ibunya, sehingga timbul kebencian atau antipati terhadap ibunya dan semua wanita. Lalu muncul dorongan seks homoseksual yang menetap.
Mengatasi Homoseksualitas dengan Brainwave Homoseksual Therapy
Banyak pelaku homoseksual
yang merasa jika diri mereka tidak sesuai dengan aturan yang normal dalam
kehidupan masyarakat, sehingga merasa bahwa hal ini harus segera dihentikan.
Sstt.. apakah Anda juga merasakan hal yang sama? “Merasa” homoseksual? Lalu,
bagaimana solusi agar Anda bisa terlepas dari homoseksual tersebut? Solusi yang
bisa membantu Anda agar terlepas dari perilaku homoseksual yaitu dengan
melakukan terapi, Brainwave Homoseksual Therapy.
Musik Relaksasi Otak Brainwave Homoseksual Therapy merupakan sebuah terapi modern yang dirancang khusus
oleh para ahli untuk mengatasi gangguan homoseksual dan menjadikan hidup lebih
baik dan lebih normal. Terapi ini diproduksi dalam bentuk audio dan dicetak
dalam bentuk CD Terapi sehingga memudahkan Anda untuk mendapatkan dan
menggunakannya.
Brainwave Homoseksual Therapy bekerja dengan menggunakan media brainwave yang dipadukan dengan
visualisasi diri. Stimulus positif dari brainwave atau gelombang otak akan memberikan efek menangkan, memberikan
ketenangan dan kenyamanan dalam diri Anda serta memudahkan Anda memasuki pikiran
bawah sadar Anda untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan gangguan homoseksual
dalam diri Anda. Sementara visualisasi yang Anda lakukan saat menggunakan
terapi ini akan menamkan kebiasaan positif dalam diri Anda, menjadikan Anda
pribadi yang lebih baik yang memiliki aktivitas dan kehidupan seksual yang
normal.
Selamat mencoba, dan Anda akan merasakan perubahan
dalam diri Anda!!
Untuk info lebih lanjut, klik disini.

0 komentar:
Posting Komentar