Anak Nakal -- Anak-anak
memang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya. Orang-orang yang
memiliki anak kecil, keponakan, adik, atau bahkan cucu merasakan kebahagiaan
yang tak terhingga. Karena tingkah polos anak-anak sering membuat orang dewasa
menjadi gemas dan tertawa-tawa sendiri. Akan tetapi, tak jarang pula anak-anak
membuat jengkel karena ulahnya yang keterlaluan atau di luar batas. Orang dewasa
khawatir apabila kondisi ini terjadi terus-menerus akan berlanjut sampai
anak-anak menjadi dewasa dan berdampak buruk bagi masa depannya.
Anak-anak dengan ulahnya yang keterlaluan
sering disebut dengan Conduction
Disorder. Conduction Disorder yaitu
suatu pola negativistik, permusuhan,
dan perilaku menentang yang terus-menerus tanpa adanya pelanggaran serius
terhadap norma sosial atau hak orang lain. Conduction
Disorder juga bisa diartikan sebagai perilaku mengganggu atau mengacau.
Gangguan ini biasanya lebih sering terjadi di rumah daripada di luar rumah.
Pelaku umumnya dikenal ramah dan baik terhadap orang lain, tetapi berbanding
terbalik ketika bersama orang-orang terdekatnya.
Gejala Conduction Disorder
Gejala atau perilaku Conduction Disorder bervariasi, ada yang ringan sampai yang
ekstrim. Umumnya terjadi pada anak-anak. Berikut ini gejala atau perilaku yang
mencerminkan Conduction Disorder:
- Sering mengancam.
- Sering berbohong.
- Sering menekan dan mengintimidasi teman atau orang lain.
- Mencuri.
- Berperilaku kejam atau menyakiti orang lain, bahkan hewan.
- Sering memulai perkelahian fisik.
- Sering memanfaatkan orang lain untuk mendapat keuntungan.
- Sering kabur atau keluar dari rumah tanpa alasan yang jelas.
- Sering berdebat dengan orang tua.
- Sering membuat masalah, dan yang lainnya.
Apabila perilaku-perilaku di atas terjadi
secara terus-menerus, akan berpengaruh pada hubungan sosial anak. Bisa jadi
juga akan mengganggu kenyamanan orang lain sampai menurunkan prestasi akademik anak
di sekolah.
Apa yang Menyebabkan Conduction Disorder Pada Anak?
Ada akibat, pasti ada sebab. Begitu pun
dengan gangguan Conduction Disorder.
Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan Anak mengalami Conduction Disorder:
- Penolakan orang tua terhadap kehadiran anak tersebut.
- Berpisah dengan orang tua sehingga tidak ada yang mengasuh.
- Ditelantarkan oleh keluarga.
- Faktor genetik, seperti memiliki riwayat orang tua yang mengalami gangguan jiwa.
- Pernikahan orang tua yang tidak harmonis.
- Mengalami kekerasan atau pelecehan seksual.
- Faktor lingkungan, karena anak-anak akan mudah meniru apa yang dilihatnya dari lingkungan sekitarnya.
- Tidak mendapat akses pendidikan yang baik.
Selain beberapa faktor di atas, bisa jadi ada
faktor lain yang menyebabkan anak mengalami Conduction Disorder. Sebagai orang tua (orang dewasa) sudah
seharusnya melakukan upaya pencegahan atau penanganan terhadap anak dengan
gangguan Conduction Disorder. Upaya
pencegahan atau penanganannya bisa melalui konsultasi dengan psikolog. Akan tetapi,
Anda sebagai orang terdekat anak-anak yang senantiasa bersama anak-anak juga
harus melakukan upaya lain selain berkonsultasi dengan psikolog. Ada satu upaya
yang bisa Anda lakukan untuk membantu Anda mengatasi anak Anda yang mengalami
gangguan Conduction Disorder, yaitu
dengan melakukan terapi gelombang otak. Anda bisa membantu anak Anda untuk melakukan
Brainwave Conduction Disorder Therapy
untuk membebaskannya dari gangguan Conduction
Disorder.
Mengatasi Conduction Disorder Pada Anak dengan Brainwave Conduction
Disorder Therapy
Terapi gelombang otak ini disebut dengan Brainwave Conduction Disorder Therapy. Brainwave Conduction Disorder Therapy merupakan
terapi yang dirancang oleh para ahli dari Asosiasi Parapsikoterapi Indonesia
(API) yang telah terbukti secara medis dan ilmiah mampu mengatasi gangguan Conduction Disorder pada anak. Terapi
ini aman dilakukan dan tanpa efek samping.
Brainwave Conduction Disorder Therapy diproduksi dalam bentuk
audio MP3 dan CD agar Anda mudah untuk mendapatkannya. Untuk menggunakannya
juga mudah dan praktis. Ketika anak Anda
akan tidur, Anda bisa memutarkan CD terapi ini pada anak Anda. Anda harus
berada di sebelahnya, dan kemudian lakukan visualisasi dengan lembut, tenang,
dan santai. Hampir sama ketika Anda mendongeng kepada anak.
Visualisasikan, ucapkan kata-kata yang lembut
dan memotivasi agar anak Anda menjadi anak yang baik. Contoh visualisasi yang
bisa Anda lakukan yaitu:
“Sayang..
kamu adalah kesayangan Mama dan Papa
Kamu
adalah kebanggaan Mama dan Papa
Kami
sangat mencintai kamu
Jadilah
anak yang baik sayang.. Sayangilah temanmu..
Sopanlah
kepada orang lain
Dengan
bersikap baik, kamu akan sukses Sayang...”
Berikan kecupan di kening tanda sayang,
hingga dia tertidur dengan nyaman dan sangat rileks. Visualisasi tersebut
dengan bantuan Brainwave Conduction Disorder Therapy akan memprogram pikiran bawah sadarnya untuk menjadi anak yang lebih baik dan menjadi anak yang berperilaku teratur,
sehingga gangguan Conduction Disorder-nya
hilang dan akan memudahkan anak Anda
dalam bersosialisasi dengan teman dan orang lain. Lakukan terapi ini secara
rutin dan teratur setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Selamat dengan kepribadian anak Anda yang
baru... dan selamat menjadi orang tua yang bahagia!
Untuk info lebih lanjut, klik disini.

0 komentar:
Posting Komentar